Friday, May 04, 2007

Tanggapan dari WWF

Ini tanggapan dari WWF...tapi attachmentnya gak bisa dimasukin...


---------- Forwarded message ----------
> From: "Rina Aryanti" < raryanti@wwf. or.id>
> To: "ID-NOC WWF Indonesia" < ID-NOC@wwf.or. id>
> Date: Thu, 03 May 2007 10:54:20 +0700
> Subject: [js] Insiden yang terjadi di TB.Aksara
> Teman-teman semua,

Bila akhir-akhir ini teman-teman menerima berita di milis-milis, yang ditulis oleh Bpk. Edi Tjahjono dengan judul : WWF & TB Aksara Putar Film Panas , teman-teman dapat merujuk kepada " Joint Statement WWF-Aksara " yang saya lampirkan di email ini.

Secara garis besar saya sampaikan bahwa insiden yang terjadi di TB.Aksarapada saat pemutaran film Minggu 29 April lalu pada kegiatan pendidikan lingkungan, adalah murni kecelakaan tanpa adanya unsur kesengajaan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh TB.Aksara & WWF berupa pertemuan dengan orang tua siswa, mengirimkan surat permintaan maaf kepada sekolah maupun orang tua & khusus surat WWF di posting di website www.akusayang.com .

Kami (tim Aksara & WWF), bekerja sama dengan Sekolah Kembang (kepala sekolah & seluruh guru-guru) untuk terus memantau perkembangan siswa terutama perubahan perilaku & perkataan bila ada. Namun untunglah hingga hari ini, tidak terjadi hal-hal yg meng-khawatirkan pada anak-anak tersebut, justru mereka lebih tertarik & merekam mengenai film Kerinci Seblat yg diputar sebelum insiden terjadi.

Saya lampirkan beberapa surat, yaitu :

1. Surat permohonan maaf dari TB.Aksara kepada orang tua siswa & sekolah Kembang yang dikirim hari Senin (30/4) lalu
2. Surat permohonan maaf dari WWF kepada orang tua siswa & sekolah Kembang yang dikirim hari Selasa (1/5) pagi
3. Joint Statement terhadap Surat Bp.Edi Tjahjono yang telah dikirim ke berbagai media & milist dimana Bp.Edi Tjahjono mengirimkan Surat Pembaca.
4. Surat penjelasan dari TB.Aksara kepada Direktur Eksekutif WWF-Indonesia

Demikian, mudah-mudahan teman-teman dapat membantu menyebarluaskan mengklarifikasi apabila ada pertanyaan seputar masalah tersebut.

Terima kasih atas perhatiannya,
Rina Aryanti & Verena Puspawardhani

WWF & TB AKSARA PUTAR "FILM PANAS"

Redaksi Yth,

Mohon dimuat surat terlampir pada majalah Femina,
untuk kepentingan bersama.
Terima kasih

Salam,

D. Editjahyono
Alamat : Jalan Mesjid Bendungan 12 rt02/07
Cawang - Kramat jati, Jakarta 13630
Telp (HP) : 0816-828052
(R) : 021-7900930
(K) : 021-5745686
Email : edi315@gmail. com
KTP : 09.5405.310561. 0036

------------ --------- --------- --------- ---------

WWF & TB AKSARA PUTAR "FILM PANAS"

Saya adalah orang tua dari dua orang anak, masing-masing duduk di TK B (5th)
Dan kelas 2 (7th) di sebuah sekolah TK&SD di Kemang, Jakarta Selatan. Sebagai bagian dari eks-kul, pada tgl 29 April 2007 kedua anak saya tersebut memperoleh undangan dari sekolahnya untuk mengikuti workshop lingkungan hidup yang diselenggarakan TB Aksara bekerjasama dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, judulnya WWF-Aksara Goes Green, maksudnya kampanye penyadaran mengenai pemanasan bumi (global warming)
guna menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan hidup, serta memeliharanya sebagai sesuatu yang harus Kita pelihara demi semua yang tinggal didalamnya.

Dituliskan di surat undangan bahwa kegiatan akan berupa bercerita, permainan, berdiskusi Dan membuat prakarya green project, Dan untuk kegiatan ini tidak dipungut biaya sama sekali.

Sebagai orang tua kami memang sangat senang bahwa Ada kegiatan positif semacam ini, paling tidak kami berpikir hal ini akan sangat berguna bagi masa depan anak-anak kami serta bumi Kita di masa depan. Kedua anak kami pun tampak begitu bersemangat untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut, bahkan beberapa Hari sebelumnya mereka sudah mengumpulkan daun-daun kering sebagai materi prakarya.

Saat Hari H, kami sekeluarga lengkap pergi ke acara tersebut dengan harapan selain memperoleh pengetahuan sekaligus hiburan positif bagi keluarga kami. Tetapi justru di sini awal bencana terjadi. Dari awal terlihat ketidaksiapan kerja panitia, acara mulur, komputer serta LCD/layar lebar tidak berfungsi dan lain-lain. Sehingga di tengah acara saat pergantian VCD penyuluhan, dimana terdapat beberapa orang dari WWF lengkap dengan seragam, petugas TB Aksara melakukan kesalahan fatal yang sangat tidak
perlu terjadi apabila telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu : memutar video porno rated XXX (maaf tidak dapat kami ceritakan di sini) yang filenya kebetulan berada di dalam komputer Dan salah klik oleh petugas. Selama puluhan detik adegan tersebut
ditayangkan pada layar lebar Dan lengkap disaksikan oleh guru-guru, petugas WWF dan TB Aksara juga tentunya.. Puluhan siswa TK serta SD beserta orangtua masing-masing sampai (maaf) adegan pemeran film ejakulasi. Coba bayangkan. !

Kepanikan terjadi, wajah-wajah pucat pun terlihat, ada beberapa anak yang menjerit, tapi Ada pula yang bertepuktangan, Dan untuk beberapa saat acara sempat terhenti. Banyak dari kami termasuk petugas (seperti telah diterka) yang terkesima Dan tak berbuat sesuatu, sampai salah seorang petugas mencoba mematikan komputer tersebut (bila anda mengerti cara kerja kompter, pasti paham bahwa komputer memerlukan beberapa detik untuk off, alias tidak langsung mati)

Setelah kejadian tersebut, memang baik video WWF maupun video porno tidak tayang sama sekali. Setelah saling menyalahkan antara pihak WWF Dan TB Aksara, salah seorang staf TB Aksara mengumpulkan para orangtua murid seraya meminta maaf Dan menyampaikan bahwa hal ini terjadi karena "kecelakaan" tanpa didampingi oleh pihak WWF (karena menurut mereka, laptop milik salah satu staf TB Aksara serta yang mengundang adalah TB Aksara).

Sampai di sini, kami memang sangat menyesalkan kejadian tersebut, dan tinggal pertanyaan dari kami sebagai salah satu orangtua murid yang hadir.

WWF sebagai sebuah organisasi dunia professional yang setiap saat tanpa henti melakukan penyuluhan Dan presentasi, apakah tidak pernah melakukan persiapan secara matang seperti layaknya apabila hendak melakukan sebuah presentasi? Misal: peralatan yang compatible (bukan alasan yang masuk akal bila hal ini dinyatakan sebagai sebuah kecelakaan seperti kata mereka, karena komputer yang Ada tidak compatible dengan DVD
kata petugas sehingga harus mencari pinjaman laptop dari orang lain) padahal menurut kami ini lebih pada kelalaian petugas (atau malah faktor kesengajaan) ?

Apakah mereka menganggap hal ini sepele, sehingga jawaban dari petugas (yang cukup membuat kami terkejut) yaitu tidak perlu dibahas dengan anak-anak, mari kita berharap bahwa anak-anak tersebut tidak akan menyimpan dalam memori otak masing-masing tentang hal yang telah mereka lihat pada tayangan di layar lebar tersebut? Coba bayangkan apabila para petugas tersebut berada pada posisi kami, yaitu memiliki anak di bawah umur (5 dan 7 tahun) yang kedapatan menonton film porno, apa kira-kira reaksi anda?

Presentasi penyuluhan yang disampaikan bagi siswa-siswi SD yang menggunakan bahasa Inggris secara penuh tanpa sepatah katapun bahasa Indonesia lengkap dengan istilah-istilah ilmiah, yang membuat banyak siswa tidak mendengarkan sama sekali dan mengerjakan hal lain karena mungkin menurut penceramah "lebih gaya" (padahal mereka orang asli Indonesia, menurut tebakan saya) serta tidak perlu memperhatikan yang tidak gaya karena tidak dapat berbahasa Inggris?

Saat kami pancing anak kami menceritakan pendapat tentang acara WWF Dan TB Aksara, anak kami yang kecil cuma berkomentar bahwa ada seorang perempuan tanpa busana yang (maaf) mukanya penuh ingus.

Bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak kami? Bagaimana mengatasi hal ini baik dari sisi pendidikan, psikologi, hukum, dll ?

Mohon kiranya bantuan serta perhatian dari yang berwenang : WWF, TB Aksara, para pakar pendidikan, pakar psikolog anak, pihak berwajib/kepolisian , hukum para orangtua dan yang berkepentingan bagaimanakah hal ini bisa dihindari dan menanggulangi bersama?

World Wildlife bukan berarti hidup liar Dan pergaulan bebas kan? Global warming tidak sama dengan film Bumi makin panas kan?

Edi T
Jalan Mesjid 12 Cawang
Jakarta Timur 13630

Sunday, March 25, 2007

Sindikat Penjerat Pencari Kerja

Sekarang persaingan usaha makin ketat, apa lagi udah masuk era globalisasi. mau ga mau kita harus bisa bersaing. seperti hukum rimba, yang kuat adalah yang menang, begitu juga dengan perdagangan. dimana-mana berdagang itu ya cari untung, ada cara jujur dan ga jujur.

Gw mo cerita tentang sistem marketing penjerat ini.

Sistem ini ga jauh berbeda dengan MLM, sistem piramid, dan sejenisnya. hanya saja dibalut dengan cara yang sangat halus dan memiliki penjerat yang sangat kuat.

Mangsanya adalah SESEORANG YANG MENCARI PEKERJAAN. perusahaan ini akan memasang LOWONGAN PEKERJAAN SEBAGAI ADMINISTRASI DAN HRD (munkin juga lainnya). namanya orang cari kerja kalo dipanggil untuk interview pasti dateng lha.


Nah... setelah pelamar datang ke perusahaan. mereka hanya ditanya sekilas tentang latar belakang pendidikan dan keahlian. ini adalah awal pembukaan percakapan saja.


Inilah tahap awal JERATNYA (kalo yang mengerti sistem rekrutmen, ini sangat bertentangan dan janggal):

interviewer akan langsung membicarakan gaji yang besar bagi karyawan yang baru bekerja, ada bonus yang besar, fasilitas dan jenjang karir yang sangat jelas. siapa yang tidak tergiur kalo fresh graduate digaji 2 - 3 juta perbulan? itu masih belom termasuk bonus dan uang makan + uang transport. wow... pasti membuat pelamar udah berimajinasi deh.


Itu langkah awal yang sangat jitu membuat pelamar untuk tergoda dengan iming-iming tadi. bila pelamar tidak kritis, pasti akan berlanjut ke langkah selanjutnya.


Sebelum lanjut ke langkah selanjutnya, diberikan waktu kira-kira 20 - 30 detik untuk diam, tujuannya adalah agar pencari kerja berimajinasi dulu.

Setelah pelamar mulai berimajinasi, interviewer mulai melancarkan tujuan utama.

Interviewer mulai menjelaskan bahwa ada syarat yang harus dipenuhi oleh pelamar bila ingin bekerja d perusahaan tersebut. syaratnya adalah harus mampu menjual 1 buah produk dari perusahaan tersebut dalam waktu beberapa hari (biasa waktunya ga lebih dari 6 hari).


Pelamar pasti agak berat. lalu interviewer mulai menawarkan, bila pelamar yang membeli produk tersebut SEKARANG, posisinya pasti aman di perusahaan tersebut. lalu interviewer mulai membicarakan masalah uang muka. semakin besar uang muka, maka posisi yang ditawarkan akan semakin aman.
(masuk akal ga sih?)


Nah... setelah pelamar membeli produk tersebut, tentu akan ada training. tapi tunggu dulu, sebelumnya harus pelamar harus membayar biaya training
(yang bener aja!!! di mana-mana training buat karyawan baru itu tanggung jawab perusahaan)


Sesudah melunasi biaya training tunggu dulu, harus menandatangani semacam surat kontrak kerja dan perjanjian kerja.


INILAH SURAT PERJANJIAN YANG SANGAT SANGAT SANGAT MEMATIKAN BAGI KARYAWAN YANG MENANDA TANGANINYA.


Surat perjanjian ini berlapis-lapis dan mengadung kekuatan hukum di dalamnya. kekuatan hukumnya tentu adalah untuk melindungi perusahaan dari segala tuntutan.
parah nya lagi, meterai yang tertera harus ditanggung oleh karyawan. jadi, setelah materai yang telah disediakan juga harus dilunasi.

Salah satu butir perjanjian yang paling penting adalah:


KARYAWAN TIDAK DIPEKERJAKAN SEBAGAI SALES ATAU MENJUAL PRODUK. BILAMANA KARYAWAN DIPEKERJAKAN SEBAGAI SALES, MAKA PERUSAHAAN AKAN MEMBERIKAN GANTI RUGI SEBESAR RP*****


Jadi emank betul, karyawan tidak dijadikan sales. Tapi karyawan akan ditraining tentang proses rekrutmen perusahaan. Nah dari proses rekrutmen itulah, apabila ada calon pelamar yang berminat diharuskan untuk membeli 1 produk.
Begitu terus bergulirnya system marketing ini. Tentu akan ada jenjang karir seperti mana yang kita tahu dari MLM. Jadi posisi apapun, mau itu IT, akuntan, HRD, receptionist, manager, dan sebagainya, semuanya diwajibkan melakukan rekrutmen.

Jelas kan, karyawan tidak disuruh jadi sales, tapi hanya rekrutmen. Sedangkan syarat untuk bekerja diperusahaan tersebut adalah harus membeli 1 buah produk.


Point penting lagi yaitu:
BILAMANA KARYAWAN MEMBUAT PEMBERITAAN DI MEDIA MASA TENTANG PERUSAHAAN TANPA SEIJIN PERUSAHAAN, MAKA AKAN DITUNTUT DENGAN TUNTUTAN PENCEMARAN NAMA BAIK DAN AKAN DIPROSES SECARA HUKUM.


Bagaimana bila setelah bekerja tidak melakukan rekrutmen??? Perusahaan tidak sebodoh itu, ada target yang harus dicapai dalam 1 bulan. Bila tidak tercapai, maka akan ada denda


Perhatikan kalimat ini:
Bilamana karyawan tidak mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan, maka sisa target tetap menjadi “TANGGUNG JAWAB DAN AKAN DITANGGUHKAN KEPADA KARYAWAN”. Kalimat ini sangat sangat menjerat lagi.

Coba cermati baik-baik kalimat diatas!!! Lalu akan ada point berikutnya yang sangat jauh letaknya dari point diatas yang berbunyi demikian:
PENANGGUHAN YANG DIMAKSUD PREUSAHAAN ADALAH DENDA ATAS KURANG OPTIMALNYA KINERJA KARYAWAN. DENDA DAPAT DILUNASI DARI GAJI ATAU UANG PRIBADI KARYAWAN.

Merasa tidak nyaman, mau keluar dari perusahaan. Tunggu dulu, tidak semudah itu. Kontrak kerja minimum adalah 6 bulan. Bila karyawan mau berhenti sebelum 6 bulan, maka akan ada syarat-syarat yang memang sangat rumit dan itu semua berkaitan dengan hukum. Ingat! Karyawan sebelumnya sudah menandatangani surat perjanjian dan kontrak kerja. Ada poin penjerat juga bagi karyawan yang ingin keluar:


BILAMANA KARYAWAN INGIN BERHENTI, MAKA KARYAWAN HARUS MENYELESAIKAN SEGALA BENTUK PENANGGUHAN. BILAMANA TIDAK MENYELESAIKANNYA, MAKA AKAN DIPROSES SECARA HUKUM.


Mau keluar? Bagi karyawan yang merasa belum mencapai target rekrutmen, tentu akan terus bekerja untuk mencapai target dan melunasi penangguhannya itu.


PESAN BUAT PELAMAR KERJA:
Perhatikan betul iklan lowongan, bila ragu hubungi perusahaan terkait.
Saat interview perhatikan apakah interviewer betul-betul menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan posisi yang anda ingini atau menanyakan keahlian anda.
Perhatikan baik-baik!!! ! Bila pelamaar banyak, dan anda langsung dterima, sebaiknya anda curiga!!!!

Sekian terima kasih